Processor Intel Core i7 (Part II)


Cara Kerja Core i7

Memory controller baru yang terintegrasi menangani aliran data antara memory utama (RAM) dan processor. Tiga channel memory (DDR3 1066 MHz) menghasilkan bandwidth hingga 25,6 GB/detik. Semakin besar bandwidth, semakin cepat kinerja yang dihasilkan untuk aplikasi-aplikasi padat data (grafis dan multimedia). Perumpamaan untuk ini sama seperti melebarkan jalan raya untuk melancarkan arus lalu-lintas yang padat.

TBT menggunakan on-die power control, yang mengatur kecepatan clock setiap core, bergantung pada kebutuhan komputasi. Sebagai contoh, untuk aplikasi yang sederhana seperti web browsing, Core i7 menurunkan power tiga core, dan secara perlahan meningkatkan power satu core tanpa menaikkan power yang masuk ke dalam processor mirip dengan fitur overclocking otomatis built-in.

Kembali ke tahun 2000, masa sebelum multicore processing diperkenalkan, Intel memperkenalkan HT memecah proses komputasi ke dalam beberapa virtual processor. HT meningkatkan kinerja multitasking dengan menjalankan beberapa program secara bersamaan. Core i7 memiliki empat core, bila HT diaktifkan, sistem operasi akan melihatnya sebagai delapan processor.

Dukungan SLI dan Crossfire

Chipset baru Core i7 (x58) mendukung PCI-e 2.0, yang memiliki transfer rate dua kali lebih besar dari PCI Express original (dari bandwidth per port 8 GB menjadi 16 GB/detik). Teknologi ini memberikan keleluasaan bagi penggemar berat game menerapkan teknologi nVIDIA SLI dan ATi Crossfire untuk meningkatkan performa grafis PC mereka.

Kelebihan lainnya, chipset ini tidak membedakan antara SLI dan Crossfire. Jadi, bila selama ini para penggemar game harus memilih salah satu teknologi dual-video card dan harus mengganti motherboard jika beralih dari nVIDIA ke ATi atau sebaliknya kini mereka bisa sedikit bernapas lega. Dengan chipset ini, motherboard dapat menangani kedua teknologi dual-video card.

 

Motherboard core i7

Processor generasi intel core i3, intel core i5 dan intel core i7

a. Processor generasi intel core i3

Belum dilengkapi dengan Turbo boost. Ada Hyper-threading sehingga membuat kemampuannya dapat dipakai secara maksimal. VGA-nya pun sudah lebih dapat diandalkan dibandingkan VGA onboard terdahulu.

b. Processor generasi intel core i5

Notebook dengan prosesor ini memang memiliki 2 inti prosesor (dual core). Ada Hyper-threading sehingga membuat tampil seakan memiliki 4 inti prosesor. Ada juga Turbo boost menjadi andalan dalam hal performa. VGA terintegrasinya sudah mencukupi untuk pemutaran film HD 1080p, bahkan film Blu-Ray, juga beberapa game 3D ringan pun bisa dimainkan.

c. Processor generasi intel core i7

Terdiri dari 2 jenis, yaitu

  • Core i7 QM

Prosesor notebook Core i7 QM memiliki kemampuan tertinggi. Tidak ada VGA di dalam prosesor ini, tetapi dengan 4 inti prosesor (quad core), kecepatan tinggi, dan Turbo boost. Prosesor dengan 4 core dan hyper-threading ini akan dideteksi Windows seakan memiliki 8 inti prosesor. Sehingga menghasilkan performa notebook tertinggi yang bahkan mampu bersaing dengan desktop. Umumnya, notebook dengan Core i7 akan memiliki VGA khusus. Jadi, gamer, pengguna aplikasi grafis (Adobe Photoshop, 3ds Max), dan pencinta performa tinggi akan menyukainya. Tentu saja harganya akan sangat mahal mengingat tingginya performa kerjanya.

  •  Core i7 M

Prosesor ini adalah Arrandale (2 inti prosesor) dengan performa terbaik. Dengan teknologi 32 nm membuatnya bekerja dengan suhu relative rendah. Kecepatan tinggi, Hyper-threading, dan Turbo boost sehingga membuatnya memiliki performa tinggi. Apabila dipadu dengan VGA tambahan, notebook berbasis Core i7 M akan menjadi pilihan yang sangat baik bagi pencinta performa tinggi. Kemampuannya dapat bersaing dengan Core i7 QM.

Perbedaan generasi intel core i3, i5, i7 dengan generasi dual core

Penggabungan pengendali memori (RAM) ke dalam prosesor. Sedangkan pada generasi dual core, pengendali ini terletak di luar prosesor. Dengan dimasukkannya pengendali memori ke dalam prosesor, kecepatan aliran data antara prosesor dan memori menjadi lebih tinggi.

  1. Pada Core2 Duo (prosesor dengan 2 inti prosesor/2 core), jika kecepatan prosesor adalah 3 GHz, itu berarti kedua inti prosesor bekerja dengan kecepatan 3 GHz. Saat prosesor beristirahat, keduanya akan turun kecepatannya secara bersamaan juga. pada Core i3 (2 inti prosesor/2 core), kondisi di atas hanya akan membuat 1 inti prosesor bekerja dan menggunakan kecepatan maksimumnya. Sementara 1 inti prosesor yang tidak terpakai akan tetap beristirahat untuk menghemat energi.
  2. Intel menamakan teknologi pemaksimalan kerja prosesor dengan nama Hyper-threading (HT). Sebuah inti prosesor yang memiliki teknologi HT akan dikenal oleh Operating System (contoh: Windows7) sebagai 2 inti prosesor. Jadi, Operating System dapat memberikan 2 pekerjaan pada sebuah inti prosesor. Hal ini membuat prosesor berbasis Nehalem mampu bekerja lebih maksimal dibandingkan generasi dual core.
  3. Adanya Turbo boost, yaitu fitur unggulan dari sebagian besar prosesor dengan teknologi Nehalem. Ide dasarnya adalah HUGI (Hurry Up and Get Idle). Teorinya adalah jika sebuah pekerjaan diselesaikan lebih cepat, prosesor akan bisa beristirahat lebih cepat dan menghemat lebih banyak energi.
  4. Pada generasi intel core ada Arrandale, yaitu kode untuk prosesor berbasis Nehalem untuk notebook yang menggunakan teknologi 32 nm dan memiliki VGA terintegrasi di dalam prosesor. Saat ini, Arrandale hanya memiliki jumlah inti prosesor maksimum 2 (dual core). Akan tetapi, performanya tetap tinggi dan suhu kerjanya cenderung lebih dingin dibandingkan Core i7.

Jika dibandingkan dengan prosesor AMD generasi yang setipe, apa kelebihan prosesor generasi Intel core i3, i5, dan i7

  1.  Setting perintah pada Intel adalah MMX,SSE,SSE2 dan SSE3, sedangkan pada AMD SSE2 dan  #DNow, tetapi dari sekian banyak set intruksi yang dipakai Intel telah ada dalam #DNownya AMD.
  2. Temperatur pada Intel dapat dikendalikan ole processornya sendiri dengan pengertian processor akanmengurangi kecepatan jika temperatur naik mendekati  batas toleransi, pada AMD 64 temperatur maksimum 900 derajat Celcius, tehnologi lebih unggul dibanding AMD.
  3. Pipeline pada Intel lebih panjang dibanding dengan Amd
  4. Intel menang pada Brand Image dan marketnya sedang AMD harganya yang lebih murah.
  5.  Pada processor Intel Pentium 4 Harganya Standart, processor Intel tidak cepat panas.
  6. Processor Intel bagus untuk game, ini akan lebih anggun dan lebih bagus serta akan tahan lama artinya tidak gampang rusak.
  7. Menang dalam benchmark untuk aplikasi proses Multimedia (Grafis, Audio, Video dan Animasi)[]***

(diambil dari makalah Pak Saerah, S.Kom, Dosen KPK STMIK WUP)

One thought on “Processor Intel Core i7 (Part II)

  1. Ping-balik: Maya Silviana » Archive » Karakteristik dan Perbandingan Processor Pentium 4, Core i-3, Core i-5, Core i-7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s