Sedikit Memahami Bahasa Rakitan


Saya setuju dengan Pak Nahar kalau “Komputer adalah benda bodoh”. Komputer tidak tahu apa-apa, jangankan menghitung dan membaca, satu angka dan hurufpun tidak tahu. http://mardziyant.wordpress.com

Komputer (Hardware) dapat melakukan tugas dengan baik bila memiliki Software yang baik pula. Tanpa software computer tidak bisa apa-apa. Dimana software merupakan susunan perintah yang dibuat oleh manusia kemudian ditanamkan kedalam media penyimpan yang nantinya akan dipindahkan ke dalam pengolah (processor) untuk melakukan tugasnya mengatur dan memerintahkan para hardware untuk bekerja. Selain itu softwarepun berfungsi sebagai media perantara atau lebih kerennya dikenal sebagai salah satu interface bagi brainware.

Jelas, yang hebat adalah manusia yang nyusun perintah yang kemudian ditanam ke dalam media penyimpanan.  Ya, manusialah (Brainware) yang membuat software itu. Bahasa kerennya programmer.  Dengan software itu, brainware bisa memerintahkan hardware untuk  bekerja dan menghasilkan apa yang diinginkan karena perintah-perintahnya sudah disusunkan oleh si programmer. Nah, perintah-perintah itulah yang kemudian disebut dengan bahasa rakitan.

Bahasa rakitan atau lebih umum dikenal sebagai Assembly adalah bahasa pemrograman tingkat rendah yang digunakan dalam pemrograman komputer, mikroprosesor, pengendali mikro, dan perangkat lainnya yang dapat diprogram. Bahasa rakitan mengimplementasikan representasi atas kode mesin dalam bentuk simbol-simbol yang secara relatif lebih dapat dipahami oleh manusia. http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_rakitan

Bahasa pemrograman generasi kedua adalah bahasa assembly. Bahasa rakitan (bahasa Inggris: assembly language) adalah bahasa pemrograman komputer tingkat rendah. Bahasa assembly merupakan notasi untuk bahasa mesin yang dapat dibaca oleh manusia dan berbeda-beda tergantung dari arsitektur komputer yang digunakan.

Berbeda dengan bahasa pemrograman tingkat tinggi, bahasa assembly atau rakitan biasanya memiliki hubungan 1-1 dengan instruksi bahasa mesin. Misalnya, tiap julukan (mnemonic) yang ditulis di program dengan bahasa rakitan akan diterjemahkan menjadi tepat satu kode operasi yang dapat dimengerti langsung oleh komputer. Pada bahasa tingkat tinggi, satu perintah dapat diterjemahkan menjadi beberapa kode operasi dalam bahasa mesin. Proses pengubahan bahasa rakitan ke bahasa mesin dilakukan oleh assembler, dan proses balikannya dilakukan oleh disassembler.
Setiap arsitektur komputer memiliki bahasa mesin yang berbeda-beda sehingga bahasa rakitannya pun berbeda-beda.(dna). http://definisiarti.blogspot.com/2012/03/pengertian-definisi-bahasa-assembly.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s