Profil Manusia dalam IMK


Manusia dapat dipandang sebagai pemroses informasi :

  • informasi diterima dan ditanggapi melalui saluran input-output (indera)
  • informasi disimpan dalam ingatan (memori)
  • informasi diproses dan diaplikasikan dalam berbagai cara

Kapasitas manusia satu dengan yang lain dalam menerima rangsang dan memberi reaksi berbeda satu dengan yang lain dan hal ini  menjadi faktor yang harus diperhatikan dalam merancang interface.

1. Penglihatan

  • Luminance. Banyaknya cahaya yang dipantulkan oleh permukaan objek. Semakin besar luminans dari sebuah objek, rincian objek yang dapat dilihat oleh mata juga akan semakin bertambah. Diameter bola mata akan mengecil sehingga akan meningkatkan kedalaman fokusnya. Hal ini ditiru  oleh lensa pada kamera ketika aperturenya diatur.  Bertambahnya luminans sebuah obyek atau layar tampilan akan menyebabkan mata bertambah sensitif terhadap kerdipan (flicker)
  •  Contrast. Nilai kontras negatif dapat menyebabkan objek yang sesungguhnya “terserap” oleh latar belakang, sehingga menjadi tidak nampak.  Dengan demikian, obyek dapat mempunyai kontras negatif atau positif tergantung dari luminans obyek itu terhadap luminans latar belakangnya.
  • Brightnes: Tanggapan subjektif pada cahaya. Luminance tinggi berimplikasi pada kecerahan juga
  • Visual Angel & Acuity: Visual Angel     : sudut yang berhadapan oleh objek pada mata. Visual Actuaty : sudut penglihatan minimum ketika mata  masih dapat melihat sebuah objek dengan jelas
  • Medan Penglihatan
  • Warna

Warna merupakan hasil dari cahaya dimana cahaya merupakan perwujudan dari spektrum elektromagnetik. Banyaknya warna yang dapat dibedakan satu dengan yang lain bergantung pada tingkat sensitifitas mata seseorang.

2.  Pendengaran

Dengan pendengaran ,informasi yang di terima melalui mata dapat lebih lengkap dan akurat.Pendengaran ini menggunakan suara sebagai bahan dasar penyebaran informasi.Manusia dapat mendeteksi suara dalam kisaraan frekuensi 2 Hert sampai 20 Kheart tetapi batas bawah dan batas atas biasanyan dipengaruhi oleh umur dan kesehatan seseorang.Suara yang berkisar pada frekuensi 1000-4000 Heart menyebabkan pendengaran menjadi lebih sensitive.

Selain frekuensi,sura juga dapat bervariasi dalam hal kebisingan (loudness). Jika batas kebisingan dinyatakan sebagai 0 dB(decibel), maka suatau bisikan mempunyai tingkat kebisingna 20 dB, percakapan biasa mempunyai tingkat kebisingan lebih dari 70 dB.kierusakan telinga terjadi jika pendengaran suara kebisingan lebih dari 140 dB. Suara dapat di jadikan sebagai salah satu penyampaian informasi akan tetapi hal itu dapat menjadikan manusia cepat bosan,sehingga penggunaan suara dalam antarmuka perlu pemikiran khusus dan seksama.

Frekuensi 20 Hz – 20KHz

Tingkat kebisingan = standar 20 – 70 dB

3.  Sentuhan(kulit)

Kulit adalh indera manusia yang berfungsi untuk mengenali lingkungan ddari rabaan atau sentuhan benda terhadap tubuh manusia.sentuhan ini dikaitkan dengan aspek sentuhan dalam bentuk media inputan maupun keluaran.Sensifitas sentuhan lebih dikaitkan dengan aspek ergonomis dalam sebuah system.Feedback dari sentuhan di sini tidak di jadikan sebagai penyaji atau penerimaan informasi, tetapi lebih kepiranti pendukung seperti model keypad handphone,keybord,mouse,tempat duduk user dan sebagainya. Contoh dalam penggunaan papan ketik atau tombol,kita akan merasa nyaman bila tangan kita merasakan adanya sensasi sentuhan.Ketidaknyamanan biasanya disebabkan karena posisi dan bentuk tombol serta pengopperasian tombol-tombol tersebut kadang-kadang harus dilakukan penekanan yang cukup berat atau malah terlalu ringan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s